Bekasi (PCNU Kota Bekasi) – Dalam rangka mempererat tali silaturahmi pasca-Idulfitri sekaligus meneguhkan komitmen pengabdian kepada umat, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Bekasi menggelar Halal Bihalal pada Sabtu, 11 April 2026, di Aula Gedung NU Centre El-Said, Kota Bekasi. Kegiatan yang mengusung tema “Merajut Ukhuwah, Menguatkan Khidmah: PCNU Kota Bekasi untuk Kemaslahatan Jam’iyyah dan Jamaah” ini berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kebersamaan, serta dihadiri sejumlah tokoh penting Nahdlatul Ulama, di antaranya Ketua PBNU KH. Ulil Abshar Abdalla, Rois Syuriah PCNU Kota Bekasi KH. Abu Bakar Rahziz, Katib Syuriah KH. Lukman Hakim, Ketua PCNU Kota Bekasi KH. Ayi Nurdin, serta Sekretaris PCNU KH. Nurcholik.
Dalam mauizhah hasanahnya, KH. Ulil Abshar Abdalla menegaskan bahwa halal bihalal merupakan salah satu ciri khas Islam Nusantara yang harus terus dijaga, dilestarikan, dan dikembangkan. Tradisi ini, menurutnya, bukan sekadar seremoni, tetapi sarana memperkuat persaudaraan dan memperkokoh nilai-nilai keislaman yang ramah dan inklusif.
Lebih jauh, ia mengajak warga Nahdlatul Ulama untuk peka terhadap kondisi zaman yang tengah dihadapi, baik di tingkat global, nasional, maupun internal organisasi. Ia menyebutkan bahwa saat ini merupakan periode yang penuh tantangan dan cobaan. Namun demikian, ia optimistis bahwa kondisi akan membaik jika umat mampu melewati masa sulit ini dengan kesabaran dan keteguhan.
“Insyaallah, jika kita bisa melalui tahun ini dengan baik, maka tahun 2027 akan menjadi lebih baik,” ungkapnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya memperbanyak doa, termasuk doa qunut dan doa keselamatan, sebagai ikhtiar spiritual menghadapi berbagai ujian. Menurutnya, berbagai peristiwa yang terjadi saat ini merupakan tanda-tanda yang harus disikapi dengan kewaspadaan oleh orang-orang beriman.
Dalam kesempatan tersebut, KH. Ulil juga menyoroti adanya tantangan terhadap Nahdlatul Ulama, termasuk berbagai narasi negatif yang berkembang, terutama di media sosial. Ia mengingatkan bahwa sebagai organisasi besar, NU harus memiliki kesadaran akan posisinya yang strategis, tanpa kehilangan sikap tawadlu.
“NU ini besar, dan kita harus sadar bahwa kita besar. Namun, jangan sampai menjadi besar kepala. Tetap harus rendah hati, memahami martabat organisasi, dan jangan sampai justru pengurusnya merendahkan NU sendiri,” tegasnya.
Selain itu, ia juga mengingatkan bahwa Indonesia sebagai negara besar tidak lepas dari berbagai upaya pelemahan oleh pihak-pihak tertentu. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh warga NU untuk tetap solid, menjaga persatuan, serta berperan aktif dalam menjaga keutuhan bangsa.
Melalui momentum Halal Bihalal ini, PCNU Kota Bekasi berharap semangat ukhuwah Islamiyah semakin kuat, serta seluruh elemen NU mampu terus berkhidmah secara istiqamah demi kemaslahatan umat dan bangsa.