Bekasi (PCNU Kota Bekasi) — Suasana penuh kekhidmatan dan kebersamaan mewarnai kegiatan Pelantikan Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (NU) Jatikarya yang dirangkaikan dengan Halal Bihalal Fatayat NU Jatikarya pada Minggu, 12 April 2026. Kegiatan yang berlangsung di Aula RW 01 Kampung Kalimanggis, Kelurahan Jatikarya, Kecamatan Jatisampurna, Kota Bekasi ini dihadiri berbagai tokoh penting dari unsur organisasi, ulama, hingga aparatur pemerintahan setempat.
Hadir dalam acara tersebut perwakilan PCNU Kota Bekasi, KH. Dr. Aris Adileksono, Panglima Jufri, Ustadz Waryo, Ustadz Syaifuddin, Ketua MWC NU Jatisampurna Wawan Wahyudin beserta jajaran, serta perwakilan Banom seperti Ansor, Muslimat NU, dan Pagar Nusa. Turut hadir pula unsur RT, RW, serta tokoh masyarakat Kampung Kalimanggis.
Ketua Ranting NU Jatikarya, Ustadz Jaedi Maeroni dalam sambutannya menyampaikan bahwa amanah kepemimpinan yang diembannya bukanlah hal ringan, terlebih Jatikarya dikenal sebagai “Kampung NU”. Ia menegaskan pentingnya sinergi seluruh elemen untuk memajukan organisasi.
“Amanah ini cukup berat untuk kembali mengemban tugas sebagai Ketua Tanfidziyah NU di Ranting Jatikarya. Dengan status sebagai Kampung NU, ini menjadi tanggung jawab tersendiri agar NU terus maju dan berkembang. Dengan dukungan semua pihak, mulai dari PCNU, MWCNU, Banom hingga aparatur pemerintahan, kami optimis NU di kampung ini akan semakin maju dan membawa manfaat bagi masyarakat,” ujar Jaedi.
Sementara itu, KH. Dr. Aris Adileksono yang juga dikenal sebagai Komisioner KPAI memberikan perhatian khusus terhadap kondisi generasi muda saat ini. Ia menyoroti dampak penggunaan teknologi terhadap perkembangan sosial anak.
“Kami ucapkan selamat berkhidmat di Nahdlatul Ulama tingkat kelurahan Jatikarya. Kehadiran para tokoh hari ini adalah bukti kekompakan NU di tengah masyarakat,” ungkapnya.
Ia menambahkan, “Sebagai Komisioner KPAI, saya melihat banyak persoalan anak, mulai dari ketergantungan smartphone hingga menurunnya adab kepada orang tua. Bahkan, banyak anak yang tidak hafal doa untuk orang tuanya. Ini salah satu dampak dari berkurangnya tradisi dzikir berjamaah yang dulu menjadi bagian penting pendidikan spiritual.”
Senada dengan itu, Panglima Jufri selaku Wakil Ketua PCNU Kota Bekasi menekankan pentingnya penguatan struktur organisasi hingga tingkat paling bawah.
“Kami menginstruksikan kepada MWC agar mendorong pembentukan anak ranting di setiap wilayah. Minimal lima anak ranting per kelurahan dengan basis majelis taklim dan musholla. Ini penting untuk memperkuat NU di akar rumput,” tegasnya.
Ia juga menyoroti pentingnya perhatian terhadap pendidikan anak. “NU harus hadir dalam pembinaan generasi muda, melalui TPQ, pengajian, dan kegiatan keagamaan lainnya. Mereka inilah penerus perjuangan NU ke depan,” tambahnya.
Di sisi lain, Hj. Maria Ulfa dari Fatayat NU Jatikarya menyampaikan rasa syukur atas antusiasme masyarakat dan dukungan berbagai pihak dalam kegiatan tersebut.
“Acara hari ini luar biasa ramai dan dihadiri para tokoh penting. Ini menjadi dukungan moril bagi kami untuk terus berjuang dan berkhidmat di Fatayat NU,” ujarnya.
Ia juga menegaskan pentingnya sinergi antar badan otonom NU. “Dengan terbentuknya Muslimat NU di Ranting Jatikarya, ini menjadi partner strategis bagi Fatayat dalam menjalankan misi dakwah di tengah masyarakat,” pungkasnya.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi momentum pelantikan kepengurusan baru, tetapi juga mempererat ukhuwah serta memperkuat komitmen bersama dalam membangun masyarakat yang religius, berakhlak, dan berdaya melalui peran aktif organisasi NU di tingkat akar rumput. [Sy]