Shalat Sebagai Pilar Peradaban Umat

Shalat Sebagai Pilar Peradaban Umat

Edisi No. 040LDNU/III/01/2026

Khutbah I

ٱلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ ٱللَّٰهِ وَبَرَكَاتُهُ 

اَلْحَمْدُ للهِ. اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ رَسُوْلِ اللهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ وَالَاهُ وَأَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لَا نَبِيَّ بَعْدَهُ أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ. اِتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ. فَقَالَ اللهُ تَعَالَى: اُتْلُ مَآ اُوْحِيَ اِلَيْكَ مِنَ الْكِتٰبِ وَاَقِمِ الصَّلٰوةَۗ اِنَّ الصَّلٰوةَ تَنْهٰى عَنِ الْفَحْشَاۤءِ وَالْمُنْكَرِۗ وَلَذِكْرُ اللّٰهِ اَكْبَرُۗ وَاللّٰهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُوْنَ

Ma'asyiral Muslimin rahimakumullah 

Rasa syukur dan segala Puji bagi Allah Swt, atas segala nikmat yang Allah berikan kepada kita, semoga kita istiqomah dengan mensyukuri nikmat pemberian itu, Allah menambahnya dengan yang berlipat ganda. Sholawat dan salam kita sampaikan  atas baginda Nabi Muhammad Saw. Dari atas mimbar ini, khotib berpesan kepada diri sendiri dan kepada jamaah semuanya, mari kita tingkatkan ketakwaan kepada Allah Swt  dengan sebenar-benarnya takwa, yakni menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. 

Ma'asyiral Muslimin rahimakumullah  

Patut diketahui bersama, bahwa di antara perintah Allah yang paling agung adalah shalat.

Allah berfirman:

إِنَّ الصَّلَاةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ كِتَابًا مَوْقُوتًا

“Sesungguhnya shalat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang beriman.” (QS. An-Nisā’: 103)

Pada kesempatan ini, masih dalam momen bulan Rojab Dimana Allah telah memperjalankan Nabi Muhammad Saw ke Sidrotul Muntaha, sebagaimana kita kenal dalam peristiwa Isra Miraj. Karenanya, kita akan merenungi tentang keutamaan sholat yang telah Allah jadikan ‘oleh-oleh’ untuk Nabi Muhammad Saw, guna disampaikan kepada umatnya, termasuk kita sebagai umat akhir zaman. Adapun pokok pembahasannya adalah “Shalat sebagai Pilar Peradaban Umat.” Setidaknya terdapat 5 pilar yang terkait dengan keutamaan shalat:  

Pilar ke-1: Shalat adalah Tiang Agama

Rasulullah Saw bersabda:

رَأْسُ الأَمْرِ الإِسْلاَمُ، وَعَمُودُهُ الصَّلاَةُ

“Pokok segala urusan adalah Islam dan tiangnya adalah shalat.” (HR. Tirmidzi)

Artinya, bila shalat roboh, maka robohlah bangunan agama dan kehidupan umat. Peradaban Islam tidak dibangun oleh harta atau senjata, tetapi oleh ketaatan kepada Allah, yang puncaknya adalah shalat.

Pilar ke-2: Shalat Membangun Karakter dan Moral

Allah berfirman:

إِنَّ الصَّلَاةَ تَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ

“Sesungguhnya shalat itu mencegah dari perbuatan keji dan mungkar.” (QS. Al-‘Ankabūt: 45)

Masyarakat yang rajin shalat akan memiliki akhlak yang bersih, jujur, disiplin, dan amanah. Inilah fondasi utama sebuah peradaban yang kuat dan bermartabat. 

Kita sering mendengat ungkapan, “Jika ingin memperbaiki kehidupan, maka kita perbaiki dulu sholat”. Dari sini kita bisa ambil pelajaran bahwa sholat yang khusyu dapat membawa dampak besar untuk perubahan moral seseorang baik individu maupun sosial.

Pilar ke-3: Shalat Menanamkan Disiplin dan Tanggung Jawab

Shalat lima waktu mengajarkan disiplin waktu, keteraturan, dan ketaatan. Allah berfirman:

حافِظُوا عَلَى الصَّلَوَاتِ وَالصَّلَاةِ الْوُسْطَىٰ

“Peliharalah semua shalat dan shalat wustha.”  (QS. Al-Baqarah: 238)

Peradaban besar tidak lahir dari manusia malas, tetapi dari umat yang hidupnya teratur, disiplin, berkomitmen kuat dan bertanggung jawab. Semua itu dilatih lewat shalat yang kita jalankan setiap hari secara istiqomah.

Pilar ke-4: Shalat Membangun Kesatuan Umat

Dalam shalat berjamaah, semua berdiri sejajar: kaya-miskin, pejabat-rakyat, tua-muda. Rasulullah Saw bersabda:

صَلَاةُ الْجَمَاعَةِ تَفْضُلُ صَلَاةَ الْفَذِّ بِسَبْعٍ وَعِشْرِينَ دَرَجَةً

“Shalat berjamaah lebih utama daripada shalat sendirian dengan dua puluh tujuh derajat.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Jamaah shalat melahirkan persatuan, dan persatuan adalah kunci kebangkitan umat.

Pilar ke-5: Shalat adalah Kunci Kejayaan dan Pertolongan Allah. Sebagaimana Allah berfirman:

وَاسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ

“Mintalah pertolongan dengan sabar dan shalat.” (QS. Al-Baqarah: 45)

Sejarah membuktikan, umat Islam berjaya saat mereka menjaga shalat, dan runtuh saat mereka meninggalkannya.

Ma'asyiral Muslimin Rahimakumullah  

Marilah kita jadikan shalat bukan hanya ritual, tetapi fondasi peradaban, di rumah, di masjid, di kantor, dan di masyarakat.

Rasulullah Saw bersabda:

أَوَّلُ مَا يُحَاسَبُ بِهِ الْعَبْدُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ الصَّلَاةُ

“Amalan pertama yang dihisab pada hari kiamat adalah shalat.” (HR. Abu Dawud)

Jika shalat baik, maka seluruh amal baik. Jika shalat rusak, maka rusaklah segalanya. Semoga Allah Swt menjadikan kita hamba-hamba yang pandai bersyukur dan terus istiqomah menjalankan sholat . Aamiin ya rabbal ‘alamiin.

 

 بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِيْ الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ، وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ، إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ. وَقُلْ رَبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَأَنْتَ خَيْرُ الرَّاحِمِيْنَ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْم

Khutbah II

اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِيْ أَنْعَمَنَا بِنِعْمَةِ الْاِيْمَانِ وَالْاِسْلَامِ .وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ خَيْرِ الْأَنَامِ وَعَلٰى اٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ الْكِرَامِ. أَشْهَدُ اَنْ لَا اِلٰهَ اِلَّا اللهُ الْمَلِكُ الْقُدُّوْسُ السَّلَامُ وَأَشْهَدُ اَنَّ سَيِّدَنَا وَحَبِيْبَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صَاحِبُ الشَّرَفِ وَالْإِحْتِرَامِ. أَمَّا بَعْدُ. فَيَاأَيُّهَا النَّاسُ أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ فَقَالَ اللهُ تَعَالَى اِنَّ اللهَ وَ مَلَائِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ يٰأَيُّهَا الَّذِيْنَ أٰمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَ سَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا . اللّٰهُمَّ صَلِّ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلٰى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلٰى اٰلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ و بَارِكْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى اٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلٰى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلٰى اٰلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ فِيْ الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.اَللّٰهُمَّ وَارْضَ عَنِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ. وَعَنْ اَصْحَابِ نَبِيِّكَ اَجْمَعِيْنَ. وَالتَّابِعِبْنَ وَتَابِعِ التَّابِعِيْنَ وَ تَابِعِهِمْ اِلٰى يَوْمِ الدِّيْنِ. اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ. أللهمَّ ادْفَعْ عَنَّ البلَاء وَالوَباء وَالفخْشَاء وَالْمُنْكَرَ والشَّدَائِدَ والمِحَن ما ظَهَر منْهَا وَمَا بَطَن في بِلادِنَا هَذَا خاصَّةً وَفِي بُلْدان المسْلِمِينَ عامَّة بِرَحْمَتِكَ يا أرْحَمَ الرَاحِميْن. رَبَّنَا اٰتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَ فِي الْاٰخِرَةِ حَسَنَةً وَ قِنَا عَذَابَ النَّارِ.

عِبَادَ اللهِ اِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْاِحْسَانِ وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ. يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ. وَ اشْكُرُوْهُ عَلٰى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ اَكْبَرُ

(Penulis : Ust. H. Ahmad Suparmin,M.Kom.I, Pengurus Harian Tanfidziyah PCNU Kota Bekasi. Editor:  Ilman,M.Sos.)

Artikel Terkait

Kiat Meningkatkan Taqwa Kepada Allah swt

Lima Keutamaan Sholat Subuh Berjamaah

Kiat Meningkatkan Keimanan