Menjaga Spirit Ramadhan Setelah Ramadhan Berlalu

Menjaga Spirit Ramadhan Setelah Ramadhan Berlalu

Edisi No:049/LDNU/III/03/2026

Khutbah I

ٱلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ ٱللَّٰهِ وَبَرَكَاتُهُ 

    اَلْحَمْدُ للهِ, اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الْمَلِكِ الدَّيَّانِ، الْقَائِلِ فِيْ كِتَابِهِ الْقُرْآنِ: شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِيْٓ اُنْزِلَ فِيْهِ الْقُرْاٰنُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنٰتٍ مِّنَ الْهُدٰى وَالْفُرْقَانِۚ. وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى مُحَمَّدٍ سَيِّدِ وَلَدِ عَدْنَانَ، وَعَلَى اٰلِهِ وَصَحْبِهِ وَتَابِعِيْهِ عَلَى مَرِّ الزَّمَانِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لَآ إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ الْمُنَـزَّهُ عَنِ الْجِسْمِيِّةِ وَالْجِهَةِ وَالزَّمَانِ وَالْمَكَانِ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الَّذِيْ كَانَ خُلُقَهُ الْقُرْآنُ أَمَّا بَعْدُ، عِبَادَ الرَّحْمٰنِ، فَإنِّيْ أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ الْمَنَّانِ . وَقَال: يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقٰىتِه وَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَاَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَ . وَقَال اَيْضًا :  إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ مَن يَضِلُّ عَن سَبِيلِهِۦ ۖ وَهُوَ أَعْلَمُ بِٱلْمُهْتَدِينَ

Ma'asyiral muslimin rahimakumullah 

Pada hari yang mulia ini, marilah kita panjatkan segala puji dan syukur ke hadirat Allah Swt. Dialah yang masih memberi kita nikmat iman, Islam, ihsan dan kesehatan, juga kesempatan untuk beribadah pada hari Jumat di bulan Ramadhan yang mulia ini.

Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad Saw, keluarga, sahabat, dan seluruh umatnya hingga akhir zaman.

Pada kesempatan ini, khotib berwasiat kepada diri sendiri khususnya, dan umumnya kepada jamaah semua, mari kita tingkatkan ketakwaan kepada Allah Swt dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Karena hanya dengan takwa kita akan mendapatkan keberkahan dan keselamatan hidup di dunia dan akhirat.  

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,

Hari-hari ini kita berada di penghujung bulan Ramadhan.Bulan yang penuh rahmat, ampunan, dan pembebasan dari api neraka. Bulan yang di dalamnya kita memperbanyak ibadah: puasa, shalat tarawih, tilawah Al-Qur’an, sedekah, dan berbagai amal kebajikan.Namun ada satu pertanyaan penting yang perlu kita renungkan:

Apakah semangat Ramadhan ini akan terus hidup setelah Ramadhan berlalu? Karena sesungguhnya Ramadhan hanyalah madrasah, tempat kita dilatih menjadi hamba yang lebih taat kepada Allah. Allah Swt berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

"Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kalian bertakwa." (QS. Al-Baqarah: 183)

Tujuan utama Ramadhan adalah membentuk pribadi yang bertakwa. Dan orang yang bertakwa tidak hanya taat di bulan Ramadhan, tetapi taat sepanjang hidupnya. Dalam pembahasan kali ini, ada beberapa pelajaran yang perlu kita ingat dari berlalunya bulan Ramadhan tahun  ini. 

1.  Ibadah kepada Allah tidak berhenti setelah Ramadhan

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,

Sebagian orang sangat rajin beribadah di bulan Ramadhan. Masjid penuh dengan jamaah. Al-Qur’an dibaca setiap hari. Sedekah mengalir deras. Namun setelah Ramadhan berlalu, semangat itu perlahan memudar. Para ulama mengingatkan:

لا تكن رمضانيا ولكن كن ربانيا

"Jangan menjadi hamba Ramadhan, tetapi jadilah hamba Allah."

Karena Allah yang kita sembah di bulan Ramadhan adalah Allah yang sama yang kita sembah sepanjang tahun. Allah berfirman:

وَاعْبُدْ رَبَّكَ حَتَّى يَأْتِيَكَ الْيَقِينُ

"Sembahlah Tuhanmu sampai datang kepadamu keyakinan (kematian)." (QS. Al-Hijr: 99)

Artinya, ibadah tidak memiliki batas waktu selain kematian.

2.  Tanda diterimanya amal Ramadhan

Para ulama mengatakan:

ثواب الحسنة الحسنة بعدها

"Balasan dari sebuah kebaikan adalah kebaikan setelahnya."

Jika setelah Ramadhan kita masih rajin shalat berjamaah, masih membaca Al-Qur’an, masih menjaga lisan, dan masih gemar bersedekah, maka itu adalah tanda bahwa Ramadhan kita diterima oleh Allah. Sebaliknya, jika setelah Ramadhan kita kembali kepada maksiat, meninggalkan shalat berjamaah, dan jauh dari Al-Qur’an, maka kita perlu khawatir.

Karena para sahabat Nabi justru takut amal mereka tidak diterima. Diriwayatkan bahwa para sahabat Nabi selama enam bulan setelah Ramadhan selalu berdoa agar amal Ramadhan mereka diterima oleh Allah.  Mereka membaca doa:

اللهم تقبل منا إنك أنت السميع العليم

"Ya Allah terimalah amal kami, sesungguhnya Engkau Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui."

Lihatlah betapa besar rasa takut dan harapan mereka kepada Allah. Padahal mereka adalah generasi terbaik umat ini.

3.  Ramadhan melatih kita menjadi pribadi yang lebih baik

Ramadhan melatih kita: menahan lapar dan dahaga, menahan amarah, menjaga lisan, menjaga pandangan, memperbanyak ibadah. Jika setelah Ramadhan kita kembali mudah marah, suka bergunjing, dan meninggalkan ibadah, berarti pelajaran Ramadhan belum kita resapi sepenuhnya. Nabi Saw bersabda:

"Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan dengan iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu." (HR. Bukhari dan Muslim)

Oleh karena itu, Ramadhan harus menjadi titik awal perubahan hidup kita.

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,

Ada beberapa cara menjaga spirit Ramadhan setelah Ramadhan berlalu:

1.    Menjaga shalat berjamaah di masjid

Jika selama Ramadhan kita rajin ke masjid, maka jangan sampai setelah Ramadhan masjid menjadi sepi. Karena shalat berjamaah adalah tiang utama keimanan seorang muslim.

2.    Terus membaca Al-Qur’an

Ramadhan dikenal sebagai bulan Al-Qur’an. Namun Al-Qur’an bukan hanya untuk dibaca di bulan Ramadhan. Para ulama salaf menjadikan Al-Qur’an sebagai teman hidup mereka sepanjang tahun.

3.    Membiasakan sedekah

Rasulullah adalah orang yang paling dermawan. Namun beliau lebih dermawan lagi di bulan Ramadhan. Semangat berbagi ini harus terus hidup agar umat Islam menjadi umat yang saling peduli.

4.    Melanjutkan puasa sunnah

Nabi Saw bersabda:

"Barangsiapa berpuasa Ramadhan kemudian diikuti dengan enam hari di bulan Syawal maka seperti berpuasa sepanjang tahun." (HR. Muslim)

Ini menunjukkan bahwa ibadah setelah Ramadhan sangat dianjurkan.

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,

Ramadhan akan segera meninggalkan kita. Kita tidak tahu apakah tahun depan kita masih diberi kesempatan bertemu Ramadhan atau tidak. Oleh karena itu, marilah kita menjaga cahaya Ramadhan dalam hati kita. Jangan biarkan Ramadhan berlalu tanpa meninggalkan perubahan dalam hidup kita.

Semoga Allah menerima amal ibadah kita dan menjadikan kita hamba-hamba yang istiqamah dalam ketaatan.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِيْ الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ، وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ، إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ. وَقُلْ رَبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَأَنْتَ خَيْرُ الرَّاحِمِيْنَ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْم

 

Khutbah II

اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِيْ أَنْعَمَنَا بِنِعْمَةِ الْاِيْمَانِ وَالْاِسْلَامِ .وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ خَيْرِ الْأَنَامِ وَعَلٰى اٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ الْكِرَامِ. أَشْهَدُ اَنْ لَا اِلٰهَ اِلَّا اللهُ الْمَلِكُ الْقُدُّوْسُ السَّلَامُ وَأَشْهَدُ اَنَّ سَيِّدَنَا وَحَبِيْبَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صَاحِبُ الشَّرَفِ وَالْإِحْتِرَامِ. أَمَّا بَعْدُ. فَيَاأَيُّهَا النَّاسُ أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ فَقَالَ اللهُ تَعَالَى اِنَّ اللهَ وَ مَلَائِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ يٰأَيُّهَا الَّذِيْنَ أٰمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَ سَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اللّٰهُمَّ صَلِّ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلٰى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلٰى اٰلِ إِبْرَاهِيْمَ و بَارِكْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى اٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلٰى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلٰى اٰلِ إِبْرَاهِيْمَ فِيْ الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. اللّهُمَّ وَارْضَ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ أَبِى بَكْرٍ وَعُمَر وَعُثْمَان وَعَلِى وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَىيَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءُ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ اللهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِيَّةَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ أَعْدَاءَالدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمَ الدِّيْنِ. اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ. رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَاوَاِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ

عِبَادَاللهِ ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُنَا بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرْ

*(Penulis: Ust. H. Ahmad Suparmin,M.Kom.I., Editor: Ilman,)

Artikel Terkait

Kiat Meningkatkan Taqwa Kepada Allah swt

Lima Keutamaan Sholat Subuh Berjamaah

Kiat Meningkatkan Keimanan