Edisi No:050/LDNU/III/03/2026
KHUTBAH PERTAMA
اَللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ
اَللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ
اَللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ
وَلِلّٰهِ الْحَمْدُ
اَللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا، وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ كَثِيْرًا، وَسُبْحَانَ اللّٰهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلًا
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِي أَنْزَلَ السَّكِيْنَةَ فِي قُلُوبِ الْمُؤْمِنِينَ لِيَزْدَادُوا إِيمَانًا مَعَ إِيمَانِهِمْ. نَحْمَدُهُ عَلَى نِعْمَةِ الْإِسْلَامِ وَالْإِيمَانِ، وَنَشْكُرُهُ عَلَى تَمَامِ الصِّيَامِ فِي شَهْرِ رَمَضَانَ
أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، الْمَلِكُ الْقَدُّوْسُ السَّلَامُ. وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، صَاحِبُ الْقَلْبِ الرَّحِيْمِ وَالْخُلُقِ الْعَظِيْمِ
اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ الَّذِيْنَ جَاهَدُوا أَنْفُسَهُمْ لِيَنَالُوا رِضْوَانَ اللّٰهِ. أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللّٰهِ، أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللّٰهِ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ
Maasyiral Muslimin Jamaah Idul Fitri yang dirahmati Allah,
Bersyukur kepada Allah atas segala nikmat dan kebaikannya yang telah berlimpah ruah, tercurah kepada kita semua, sholawat dan salam semoga terus tercurah kepada Nabi yang Mulia Muhammad Saw. Karenanya dikesempatan yang baik ini, marilah kita terus bertakwa kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala dengan sebenar-benarnya takwa, sebagai wujud syukur atas segala kenikmatan yang telah kita terima.
Pada hari yang mulia ini, hari raya Idul Fitri 1447 Hijriyah, kita semua bergembira karena telah menyelesaikan ibadah di bulan Ramadhan. Sebulan penuh kita berpuasa, menahan lapar dan dahaga, menahan hawa nafsu, serta memperbanyak amal ibadah.
Namun, perlu kita ketahui bersama, Hakikat dari Idul Fitri bukan sekadar perayaan, tetapi kembali kepada fitrah, yaitu kembali kepada kesucian hati, kebersihan jiwa, dan ketaatan kepada Allah Swt.
Orang yang berhasil di bulan Ramadhan adalah orang yang berubah menjadi lebih baik setelahnya (bertaqwa). Jika sebelum Ramadhan kita malas beribadah, maka setelahnya menjadi rajin. Jika sebelumnya sering berbuat dosa, maka setelahnya kita tinggalkan.
Maasyiral Muslimin Jamaah Idul Fitri yang dirahmati Allah,
Dengan berakhirnya Ramadhan tahun ini, semoga kita mendapatkan pahala dari Allah, dan mendapat gelar Muttaqin (orang yang bertakwa). Gelar takwa bukan hanya sebatas pajangan dan ucapan di lisan, tetapi tercermin dalam kehidupan sehari-hari. Di antara tanda-tandanya ialah selalu Menjaga hubungan baik dengan Allah (ḥablum minallāh) dalam bentuk menjaga shalat, dzikir, dan ibadah lainnya. Dan juga Menjaga hubungan baik dengan sesama manusia (ḥablum minannās) seperti berbuat baik, jujur, dan menunaikan hak orang lain dan saling memaafkan jika ada salah dan dosa.
Maasyiral Muslimin rahimakumullah..
Sebagai manusia biasa yang tidak lepas dari salah dan alfa, juga pergaulan kita sehari-hari tidak lepas dari kekeliruan dan prasangka. Dari sikap itulah seringkali melahirkan luka dihati yang kadang berujubg pada dendam yang tak mudah kita lupakan. Namun, di hari yang penuh kemenangan ini, dengan berharap Ridho Allah Swt, marilah kita saling memaafkan, menghapus luka, membuang dendam, dan mempererat tali silaturahmi. Jangan sampai bersalam-salaman di hari raya Idul Fitri hanya menjadi tradisi tanpa makna. Ingatlah bahwa persatuan umat sangat penting, terlebih di zaman sekarang yang penuh dengan perpecahan dan perbedaan.
Rasulullah Saw bersabda:
لاَ تَدَابَرُوا، وَلاَ تَبَاغَضُوا، وَكُونُوا عِبَادَ اللَّهِ إِخْوَانًا
"Janganlah kalian saling membelakangi, saling membenci, dan jadilah kalian hamba Allah yang bersaudara." (HR. Muslim)
Jamaah solat Ied yang dimuliakan Allah, Di antara tanda diterimanya ibadah Ramadhan adalah bersihnya hati kita dari luka, dendam, dan kebencian. Karena sesungguhnya penyakit hati itulah yang sering merusak amal kebaikan kita.
Allah Swt berfirman:
وَلْيَعْفُوْا وَلْيَصْفَحُوْاۗ اَلَا تُحِبُّوْنَ اَنْ يَّغْفِرَ اللّٰهُ لَكُمْ ۗوَاللّٰهُ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ
"Hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak suka bahwa Allah mengampunimu? Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (QS. An-Nur: 22)
Ayat ini mengajarkan bahwa memaafkan orang lain adalah jalan untuk mendapatkan ampunan Allah Swt. Kaum muslimin yang berbahagia, Seringkali kita menyimpan luka dalam hati—perkataan yang menyakitkan, perlakuan yang tidak adil, atau pengkhianatan yang sulit dilupakan. Namun, menyimpan dendam tidak akan menyelesaikan masalah, justru akan menambah beban dan trauma dalam hati.
Sebaliknya, memaafkan adalah kunci kebahagiaan. Dengan memaafkan, hati menjadi ringan, jiwa menjadi tenang, dan hubungan sesama manusia menjadi harmonis. Allah Swt juga berfirman:
فَمَنْ عَفَا وَأَصْلَحَ فَأَجْرُهُ عَلَى اللَّهِ
"Barang siapa memaafkan dan berbuat baik, maka pahalanya ada di sisi Allah." (QS. Asy-Syura: 40)
Maasyiral Muslimin rahimakumullah..
Rasulullah Saw adalah teladan terbaik dalam hal memaafkan. Ketika beliau disakiti, dihina, bahkan diserang oleh musuh-musuhnya, beliau tetap memilih untuk memaafkan. Hal ini menunjukkan bahwa memaafkan bukan tanda kelemahan, melainkan tanda kekuatan iman dan kemuliaan akhlak.
Rasulullah Saw bersabda:
لَيْسَ الشَّدِيدُ بِالصُّرَعَةِ، إِنَّمَا الشَّدِيدُ الَّذِي يَمْلِكُ نَفْسَهُ عِنْدَ الغَضَبِ
"Orang yang kuat bukanlah yang pandai bergulat, tetapi yang mampu menahan dirinya ketika marah." (HR. Bukhari dan Muslim)
Maasyiral Muslimin Jamaah Idul Fitri rahimakumullah,
Mari kita jadikan hari ini sebagai momentum untuk Menghapus luka lama, Melepaskan dendam yang terpendam, Membuka pintu maaf seluas-luasnya. Mulailah dari diri sendiri, dari keluarga, dari tetangga, dan dari siapa saja yang pernah berselisih dengan kita. Karena bisa jadi, kebahagiaan yang kita cari selama ini terhalang oleh hati dan pikiran yang belum kita bersihkan.
Di hari yang penuh berkah ini, marilah kita jernihkan pikiran dari segala prasangka, pererat tali silaturahmi dan perkuat ukhuwah Islamiyah. Jangan biarkan perbedaan melahirkan prasangka buruk yang bisa menjadi sebab perpecahan, dan jangan biarkan ego menghalangi kita untuk saling memaafkan.
Ingatlah, kehidupan ini terlalu singkat untuk diisi dengan kebencian. Hati yang bersih akan membawa kebahagiaan, sedangkan hati yang penuh dendam hanya akan membawa kegelisahan.
Rasulullah Saw bersabda:
تُفْتَحُ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ كُلَّ اثْنَيْنِ وَخَمِيسٍ... فَيُقَالُ: أَنْظِرُوا هَذَيْنِ حَتَّى يَصْطَلِحَا
"Pintu-pintu surga dibuka setiap Senin dan Kamis… lalu dikatakan: tangguhkan (ampunan) bagi dua orang yang berselisih sampai mereka berdamai." (HR. Muslim)
Maasyiral Muslimin Jamaah Sholat Ied rohimakumullah..
Jangan tunda untuk memaafkan. Bisa jadi ini adalah Idul Fitri terakhir kita. Maka pulanglah hari ini dengan hati yang bersih, tanpa dendam, tanpa kebencian.
Mari kita jadikan hari ini sebagai "titik nol". Kita buka lembaran baru. Jangan biarkan matahari terbenam hari ini sementara di hati kita masih ada ganjalan terhadap sesama. Bersihkanlah hati sebersih pakaian putih yang kita kenakan hari ini.
Semoga Allah melembutkan hati kita, mengampuni dosa-dosa kita, dan menjadikan kita pribadi yang jauh lebih baik daripada diri kita di masa lalu.
اَللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ وَلِلّٰهِ الْحَمْدُ
أقول قولي هذا، وأستغفر الله العظيم لي ولكم، فاستغفروه إنه هو الغفور الرحيم
KHUTBAH KEDUA
اَللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ
اَللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ
اَللهُ أَكْبَرُ، وَلِلّٰهِ الْحَمْدُ
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِي جَعَلَ الْعِيْدَ فَرْحَةً لِلْمُؤْمِنِيْنَ
أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ
اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ الطَّيِّبِيْنَ الطَّاهِرِيْنَ
أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللّٰهِ، أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللّٰهِ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ
اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ
اَللّٰهُمَّ أَصْلِحْ لَنَا دِيْنَنَا الَّذِي هُوَ عِصْمَةُ أَمْرِنَا، وَأَصْلِحْ لَنَا دُنْيَانَا الَّتِي فِيْهَا مَعَاشُنَا، وَأَصْلِحْ لَنَا آخِرَتَنَا الَّتِي فِيْهَا مَعَادُنَا
اَللّٰهُمَّ اجْعَلْ خَيْرَ أَعْمَارِنَا آخِرَهَا، وَخَيْرَ أَعْمَالِنَا خَوَاتِمَهَا، وَخَيْرَ أَيَّامِنَا يَوْمَ نَلْقَاكَ فِيْهِ
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
عِبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ,فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ
*Penulis: Ust. Ilman,M.Sos., Ketua LDNU Kota Bekasi