Edisi No: 054LDNU/III/04/2026
Khutbah I
ٱلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ ٱللَّٰهِ وَبَرَكَاتُهُ
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ, اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَبِهِ نَسْتَعِيْنُ عَلَى أُمُوْرِ الدُّنْيَا وَالدِّيْنِ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ اْلأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ، نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعَلَى اٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَالتَّابِعِيْنَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلىَ يَوْمِ الدِّيْنِ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا الله وَحْدَهُ لَاشَرِيْكَ لَهُ الْمَلِكُ الْحَقُّ اْلمُبِيْن. وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَـمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صادِقُ الْوَعْدِ اْلأَمِيْن. أَمَّا بَعْدُ فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ. اِتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ. فَقَالَ اللهُ تَعَالَى: مَثَلُ الَّذِيْنَ يُنْفِقُوْنَ اَمْوَالَهُمْ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ اَنْبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِيْ كُلِّ سُنْبُلَةٍ مِّائَةُ حَبَّةٍ وَاللّٰهُ يُضٰعِفُ لِمَنْ يَّشَاۤءُ وَاللّٰهُ وَاسِعٌ عَلِيْمٌ
Ma'asyiral Muslimin rahimakumullah,
Segala puji dan syukur terpanjar ke hadirat Allah Swt. Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad Saw, keluarga, sahabat, dan seluruh umatnya hingga akhir zaman.
Marilah kita tingkatkan ketakwaan kepada Allah dengan menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.
Ketakwaan bukan hanya dalam ibadah ritual, tetapi juga dalam kepedulian sosial—di antaranya melalui sedekah.
Pada kesempatan ini, khotib membawakan tema “5 (lima) Keutamaan Sodaqoh"
Ma'asyiral Muslimin rahimakumullah,
Dalam alquran surat Al-Munafiqun ayat 10, Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
وَاَنْفِقُوْا مِنْ مَّا رَزَقْنٰكُمْ مِّنْ قَبْلِ اَنْ يَّأْتِيَ اَحَدَكُمُ الْمَوْتُ فَيَقُوْلَ رَبِّ لَوْلَا اَخَّرْتَنِيْ اِلٰى اَجَلٍ قَرِيْبٍ فَاَصَّدَّقَ وَاَكُنْ مِّنَ الصّٰلِحِيْنَ
“Infakkanlah sebagian dari apa yang telah Kami anugerahkan kepadamu sebelum kematian datang kepada salah seorang di antaramu. Dia lalu berkata (sambil menyesal), “Ya Tuhanku, sekiranya Engkau berkenan menunda (kematian)-ku sedikit waktu lagi, aku akan dapat bersedekah dan aku akan termasuk orang-orang saleh.” Al-Munāfiqūn [63]:10
Dari ayat itu kita belajar bahwa berbuat baik, beramal sholih/bersedekah jangan ditunda-tunda. Karena selain kesempatan tidak diketahui sampai kapan kita miliki (karena bisa berakhir oleh kematian) dan besarnya pahala dari bersodaqoh/bersedekah.
Diantara keutamaan bersedekah yaitu:
1. Sedekah Melipatgandakan Pahala
Sedekah itu seperti benih yang tumbuh menjadi tujuh bulir, dan setiap bulir berisi seratus biji.
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
مَثَلُ الَّذِيْنَ يُنْفِقُوْنَ اَمْوَالَهُمْ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ اَنْبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِيْ كُلِّ سُنْبُلَةٍ مِّائَةُ حَبَّةٍ وَاللّٰهُ يُضٰعِفُ لِمَنْ يَّشَاۤءُ وَاللّٰهُ وَاسِعٌ عَلِيْمٌ
“Perumpamaan orang-orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah adalah seperti (orang-orang yang menabur) sebutir biji (benih) yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji. Allah melipatgandakan (pahala) bagi siapa yang Dia kehendaki. Allah Maha Luas lagi Maha Mengetahui.” (Qs. Al-Baqarah [2]: 261)
Ini menunjukkan bahwa sedekah bukan sekadar “memberi lalu habis”, tetapi “menanam untuk panen akhirat”. Bahkan Allah bisa melipatgandakan lebih dari 700 kali sesuai keikhlasan.
Kisah Sahabat: Utsman bin Affan pernah menyumbangkan 300 ekor unta dan 1000 dinar saat perang Tabuk. Rasulullah ﷺ bersabda:
“Tidak akan membahayakan Utsman apa yang ia lakukan setelah hari ini.”
Ini menunjukkan betapa besar balasan sedekah yang ikhlas.
2. Sedekah Menghapus Dosa
Rasulullah bersabda:
الصَّدَقَةُ تُطْفِئُ الْخَطِيئَةَ...
Setiap manusia pasti memiliki dosa. Sedekah menjadi “air” yang memadamkan “api dosa”. Terutama sedekah yang dilakukan secara sembunyi-sembunyi dan penuh keikhlasan.
Kisah Sahabat: Abu Bakar Ash-Shiddiq dikenal sering bersedekah diam-diam. Ia membantu fakir miskin tanpa diketahui, bahkan setelah menjadi khalifah pun tetap melayani orang lemah. Ini menunjukkan bahwa sedekah bukan hanya amalan, tapi jalan membersihkan hati.
3. Sedekah Menolak Bala dan Musibah
Rasulullah bersabda:
دَاوُوا مَرْضَاكُمْ بِالصَّدَقَةِ
Sedekah menjadi sebab datangnya pertolongan Allah. Banyak musibah yang tidak jadi turun karena sedekah yang kita lakukan—meski kita tidak menyadarinya.
Kisah Sahabat: Ali bin Abi Thalib pernah memberikan cincin saat sedang rukuk kepada seorang fakir. Peristiwa ini diabadikan oleh sebagian ulama sebagai bentuk kepedulian luar biasa.
Sedekah yang tulus bisa menjadi sebab turunnya keberkahan dan perlindungan.
4. Sedekah Tidak Mengurangi Harta
Rasulullah bersabda:
مَا نَقَصَتْ صَدَقَةٌ مِنْ مَالٍ
Secara matematika mungkin berkurang, tetapi secara keberkahan justru bertambah. Allah mengganti dengan rezeki yang tidak disangka-sangka.
Kisah Sahabat: Abdurrahman bin Auf adalah seorang pedagang sukses. Ia sangat dermawan, bahkan pernah menyedekahkan kafilah dagangnya. Anehnya, hartanya tidak habis, justru semakin berkah dan bertambah.
Ini bukti bahwa sedekah membuka pintu rezeki.
5. Sedekah Menjadi Naungan di Hari Kiamat
Rasulullah bersabda:
كُلُّ امْرِئٍ فِي ظِلِّ صَدَقَتِهِ...
Di hari kiamat, matahari sangat dekat, manusia kepanasan dan ketakutan. Namun orang yang gemar sedekah akan mendapatkan naungan dari amalnya.
Kisah Sahabat: Para sahabat berlomba-lomba bersedekah karena mereka memahami bahwa dunia ini sementara, sedangkan akhirat kekal.
Ma'asyiral Muslimin rahimakumullah,
Seringkali kita menunda sedekah dengan alasan “menunggu kaya”. Padahal orang kaya belum tentu mau bersedekah, sementara begitu banyak juga orang yang miskin tetapi rajin bersedekah sesuai dengan kemampuannya.
Karenanya, mari kita niatkan untuk membiasakan diri bersedekah, bukan hanya untuk kebaikan dunia saja melainkan sebagai bekal kita diakhirat kelak.
Jika saat ini belum bisa memberikan harta, maka rajinlah menyapa orang dengan ramah, dan senyuman. Karena Rasulullah ﷺ bersabda:
“Senyummu kepada saudaramu adalah sedekah.”
Artinya, pintu sedekah sangat luas—tidak terbatas pada uang.
Mari kita jadikan sedekah sebagai gaya hidup, bukan sekadar kebiasaan sesaat.
Mari kita jadikan momentum hari Jumat ini untuk memperbanyak sedekah. Jangan tunggu kaya, jangan tunggu lapang—justru sedekah membuka kelapangan.
Sedekah adalah bukti iman, dan Sedekah adalah penyelamat di akhirat
Sedekah adalah jalan datangnya keberkahan hidup. Aamiin.
بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِيْ الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ، وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ، إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ. وَقُلْ رَبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَأَنْتَ خَيْرُ الرَّاحِمِيْنَ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْم
Khutbah II
اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِيْ أَنْعَمَنَا بِنِعْمَةِ الْاِيْمَانِ وَالْاِسْلَامِ .وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ خَيْرِ الْأَنَامِ وَعَلٰى اٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ الْكِرَامِ. أَشْهَدُ اَنْ لَا اِلٰهَ اِلَّا اللهُ الْمَلِكُ الْقُدُّوْسُ السَّلَامُ وَأَشْهَدُ اَنَّ سَيِّدَنَا وَحَبِيْبَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صَاحِبُ الشَّرَفِ وَالْإِحْتِرَامِ. أَمَّا بَعْدُ. فَيَاأَيُّهَا النَّاسُ أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ فَقَالَ اللهُ تَعَالَى اِنَّ اللهَ وَ مَلَائِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ يٰأَيُّهَا الَّذِيْنَ أٰمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَ سَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اللّٰهُمَّ صَلِّ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلٰى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلٰى اٰلِ إِبْرَاهِيْمَ و بَارِكْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى اٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلٰى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلٰى اٰلِ إِبْرَاهِيْمَ فِيْ الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. اللّهُمَّ وَارْضَ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ أَبِى بَكْرٍ وَعُمَر وَعُثْمَان وَعَلِى وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَىيَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ
اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءُ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ اللهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِيَّةَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ أَعْدَاءَالدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمَ الدِّيْنِ. اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ. رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَاوَاِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ
عِبَادَاللهِ ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُنَا بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرْ
*(Penulis: Ust. H. Ahmad Suparmin,M.Kom. Pengurus Harian Tanfidziyah PCNU Kota Bekasi. Editor: Ilman)