Evaluasi Diri di Momentum Pergantian Tahun Masehi

Edisi No. 038/LDNU/III/01/2026  

Khutbah I

ٱلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ ٱللَّٰهِ وَبَرَكَاتُهُ 

اَلْحَمْدُ للهِ. اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ رَسُوْلِ اللهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ وَالَاهُ وَأَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لَا نَبِيَّ بَعْدَهُ أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ. اِتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ. فَقَالَ اللهُ تَعَالَى: يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍۚ وَاتَّقُوا اللّٰهَ ۗاِنَّ اللّٰهَ خَبِيْرٌ ۢبِمَا تَعْمَلُوْنَ

Ma'asyiral Muslimin Rahimakumullah 

Segala puji bagi Allah swt, dengan ucapan “Alhamdulillah” atas segala nikmat yang Allah berikan kepada kita, semoga dengan mensyukuri nikmat pemberian itu, Allah menambahnya dengan yang berlipat ganda. Sholawat dan salam semoga selalu terlimpah atas baginda Nabi Muhammad SAW. Dari atas mimbar ini, khotib berpesan kepada diri sendiri dan kepada jamaah semuanya, mari kita tingkatkan ketakwaan kepada Allah ﷻ dengan sebenar-benarnya takwa. yakni menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. 

Ma'asyiral Muslimin Rahimakumullah  

Alhamdulillah, saat ini kita sudah masuk di tahun 2026 M. Angka 2026 bukanlah angka yang kecil, ini sebuah pertanda dimana usia dunia makin tua, dan bilangan umur kita makin bertambah, tapi sejatinya jatah umur kita di dunia ini makin berkurang. Entah berapa lama lagi kita hidup didunia ini, semoga saja Allah memberikan waktu untuk kita memperbaiki diri, guna menyiapkan bekal untuk kehidupan di akhirat kelak. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍۚ وَاتَّقُوا اللّٰهَ ۗاِنَّ اللّٰهَ خَبِيْرٌ ۢبِمَا تَعْمَلُوْنَ 

Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat). Bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Teliti terhadap apa yang kamu kerjakan.” (Al-Ḥasyr [59]:18) 

Ma'asyiral Muslimin Rahimakumullah  

Kemarin malam, saat pergantian Tahun dari 2025 ke 2026 kita menyaksikan begitu banyak orang sibuk, hiruk pikuk merayakan malam pergantian tahun. Beragam akktivitas dilakukan, dari sekedar acara santai sampai pada pesta pora dan kemasiatan terjadi. Namun sebagai seorang Muslim, momen pergantian tahun ini seharusnya menjadi waktu yang baik untuk evaluasi diri: mengingat kembali perjalanan hidup selama setahun  kemaren, menghitung amal baik dan buruk, serta memperbaiki kekurangan untuk masa depan. Terlebih, di masa-masa saat ini, begitu banyak saudara kita di Aceh dan Pulau Sumatera yang terkena bendana dan musibah. Ini sudah cukup untuk kita bisa melakukan muhasabah diri. 

Rasulullah ﷺ bersabda:

 الْكَيِّسُ مَنْ دَانَ نَفْسَهُ وَعَمِلَ لِمَا بَعْدَ الْمَوْتِ وَالْعَاجِزُ مَنْ أَتْبَعَ نَفْسَهُ هَوَاهَا وَتَمَنَّى عَلَى اللَّهِ 

"Orang yang cerdas adalah orang yang mampu mengendalikan dirinya dan beramal untuk kehidupan setelah mati. Sedangkan orang yang lemah adalah orang yang mengikuti hawa nafsunya lalu berangan-angan kepada Allah." (HR. Tirmidzi)

Hadis ini mengajarkan bahwa evaluasi diri adalah ciri orang berakal. Tahun baru bukan sekadar pergantian angka, melainkan kesempatan untuk memperbaiki diri, memperbanyak amal saleh, dan meninggalkan dosa.

Mari kita jadikan tahun baru ini sebagai awal yang lebih baik. Jangan sia-siakan waktu, karena waktu adalah amanah yang akan dimintai pertanggungjawaban. Rasulullah ﷺ bersabda:

"Ada dua nikmat yang banyak manusia tertipu, yaitu nikmat sehat dan waktu luang." (HR. Bukhari)

Karenanya, gunakanlah waktu yang Allah berikan untuk kita memperbanyak ibadah dan amal saleh, menuntut ilmu dan memperdalam agama, berbuat baik kepada sesama, dan menjauhi maksiat dan dosa.

Ma'asyiral Muslimin Rahimakumullah  

Tentu ada sebagian daari kita bertanya mengapa manusia harus melakukan evaluasi diri (muhasabah). Diantara beberapa alasannya Adalah: 

1.  Keterbatasan Waktu Hidup

Hidup manusia terbatas, sementara keinginan dan cita-cita tidak terbatas. Evaluasi diri membantu kita menyadari bahwa waktu yang tersisa harus digunakan sebaik mungkin, bukan dihabiskan untuk hal yang sia-sia.

2.  Menghindari Kesalahan Berulang

Tanpa evaluasi, kesalahan yang sama akan terus diulang. Dengan muhasabah, kita bisa mengenali pola buruk (misalnya lalai ibadah, boros, atau tidak disiplin) lalu memperbaikinya.

3.  Meningkatkan Kualitas Hidup

Evaluasi diri membuat seseorang lebih sadar terhadap kelemahan dan potensi yang dimiliki. Kesadaran ini mendorong perbaikan diri, sehingga kualitas hidup meningkat baik secara spiritual, moral, maupun sosial.

4.  Pertanggungjawaban Moral dan Sosial

Manusia hidup tidak hanya untuk dirinya sendiri, tetapi juga berinteraksi dengan orang lain. Evaluasi diri membantu memastikan bahwa tindakan kita tidak merugikan orang lain, melainkan memberi manfaat.

5.  Persiapan Menghadapi Masa Depan

Evaluasi diri adalah cara untuk menyiapkan diri menghadapi tantangan berikutnya. Dengan menilai pencapaian dan kegagalan, kita bisa membuat strategi yang lebih baik untuk masa depan.

6.  Selaras dengan Fitrah Akal

Akal sehat manusia selalu mencari kebenaran dan perbaikan. Evaluasi diri adalah bentuk penggunaan akal untuk menimbang mana yang benar dan salah, mana yang bermanfaat dan merugikan.

Sebagai analogi sederhana, evaluasi diri ibarat audit di lembaga atau perusahaan, Jika perusahaan tidak pernah mengevaluasi laporan keuangannya, ia bisa bangkrut tanpa sadar. Begitu juga manusia, tanpa muhasabah, ia bisa terjerumus dalam dosa dan kesalahan tanpa pernah memperbaiki diri.

Jadi, secara rasional, evaluasi diri adalah mekanisme kontrol agar manusia tetap berada di jalur yang benar, tidak menyia-nyiakan waktu, dan mampu memperbaiki kualitas hidupnya.

Semoga Allah ﷻ menjadikan kita hamba-hamba yang pandai mengevaluasi diri, memperbaiki amal, dan senantiasa istiqamah di jalan-Nya.

اللهم اغفر للمسلمين والمسلمات، والمؤمنين والمؤمنات، الأحياء منهم والأموات

Ya Allah, ampunilah dosa kaum muslimin dan muslimat, mukminin dan mukminat, yang hidup maupun yang telah meninggal dunia. Aamiin yra 

 بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِيْ الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ، وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ، إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ. وَقُلْ رَبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَأَنْتَ خَيْرُ الرَّاحِمِيْنَ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْم

Khutbah II

اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِيْ أَنْعَمَنَا بِنِعْمَةِ الْاِيْمَانِ وَالْاِسْلَامِ .وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ خَيْرِ الْأَنَامِ. وَعَلٰى اٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ الْكِرَامِ. أَشْهَدُ اَنْ لَا اِلٰهَ اِلَّا اللهُ الْمَلِكُ الْقُدُّوْسُ السَّلَامُ وَأَشْهَدُ اَنَّ سَيِّدَنَا وَحَبِيْبَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صَاحِبُ الشَّرَفِ وَالْإِحْتِرَامِ. أَمَّا بَعْدُ. فَيَاأَيُّهَا النَّاسُ أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ فَقَالَ اللهُ تَعَالَى اِنَّ اللهَ وَ مَلَائِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ يٰأَيُّهَا الَّذِيْنَ أٰمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَ سَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلٰى أٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلٰى سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى اٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلٰى سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَعَلٰى اٰلِ سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ فْي الْعَالَمِيْنَ اِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ .اَللّٰهُمَّ وَارْضَ عَنِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ. وَعَنْ اَصْحَابِ نَبِيِّكَ اَجْمَعِيْنَ. وَالتَّابِعِبْنَ وَتَابِعِ التَّابِعِيْنَ وَ تَابِعِهِمْ اِلٰى يَوْمِ الدِّيْنِ.

 اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ. اَللّٰهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالطَّاعُوْنَ وَالْاَمْرَاضَ وَالْفِتَنَ مَا لَا يَدْفَعُهُ غَيْرُكَ عَنْ بَلَدِنَا هٰذَا اِنْدُوْنِيْسِيَّا خَاصَّةً وَعَنْ سَائِرِ بِلَادِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ رَبَّنَا اٰتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَ فِي الْاٰخِرَةِ حَسَنَةً وَ قِنَا عَذَابَ النَّارِ .عِبَادَ اللهِ اِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْاِحْسَانِ وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ. يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ. وَ اشْكُرُوْهُ عَلٰى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ اَكْبَرُ 

( Penulis: Ust. Ilman,M.Sos. Ketua LDNU Kota Bekasi )

Artikel Terkait

Kiat Meningkatkan Taqwa Kepada Allah swt

Lima Keutamaan Sholat Subuh Berjamaah

Kiat Meningkatkan Keimanan