Bekasi (PCNU Kota Bekasi) - Kegiatan Tarawih Keliling (Tarling) yang digelar oleh Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Mustikajaya mencapai puncaknya pada Kamis malam, 5 Maret 2026 atau bertepatan dengan 16 Ramadhan 1447 H. Kegiatan Tarling ke-4 sekaligus penutup ini dilaksanakan di Mushola Nurul Yaqin, Ranting NU Mustikajaya, dengan dihadiri sejumlah tokoh NU dan masyarakat setempat.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua PCNU, KH Ayi Nurdin, menyampaikan konsep penting tentang upaya “membumikan NU” melalui penguatan sumber daya manusia (SDM) yang dirumuskan dalam tiga pendekatan utama atau 3T.
Pertama adalah silaturahmi sebagai sarana mempererat ukhuwah dan memperkuat hubungan antarwarga Nahdliyin. Kedua, diskusi (Tawaashou bil haq watawaashou bishshobr) yang menekankan pentingnya saling menasihati dalam kebenaran dan kesabaran melalui dialog dan pertukaran gagasan. Ketiga, mujahadah (Taqorrub ilallooh) sebagai bentuk pendekatan diri kepada Allah SWT melalui ibadah dan penguatan spiritual.
Selain itu, KH Ayi Nurdin juga menekankan pentingnya menata organisasi dengan mengaktifkan tiga hal utama, yaitu risalah atau agenda kegiatan, musyawarah dalam setiap pengambilan keputusan, serta istikharah sebagai upaya memohon petunjuk Allah dalam menentukan langkah organisasi.
Kegiatan Tarling ini turut dihadiri oleh sejumlah tokoh NU dan masyarakat, di antaranya Wakil Rois PCNU KH. Daud Hendi Ismail, Wakil Katib Kyai Rohidi, Rois MWC NU Mustikajaya Kyai Adi Hasan, jajaran Tanfidziyah MWC NU Mustikajaya, serta anggota DPRD Kota Bekasi Mubakhi Hans.
Rangkaian Tarling MWC NU Mustikajaya yang berlangsung selama bulan Ramadhan ini menjadi momentum mempererat silaturahmi, memperkuat nilai keagamaan, sekaligus mengokohkan peran organisasi NU di tengah masyarakat. Acara penutup ini pun berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan.