Bekasi (PCNU Kota Bekasi) - Ketua MWC NU Jatiasih menutup rangkaian Pengajian Ramadan Kitab Risalah Ahlisunnah wal Jamaah karya Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari Season 4 yang digelar di Masjid Al Ikhlas, Jatirasa, pada Minggu (15 Maret).
Kegiatan yang diketuai Ustaz Supriyadi, selaku Sekretaris LTM MWC NU Jatiasih, ini telah berlangsung selama empat kali pertemuan setiap akhir pekan selama bulan Ramadan. Pengajian tersebut menjadi bagian dari tradisi keilmuan dan spiritual yang terus dijaga oleh kalangan Nahdliyin.
Dalam sambutannya, Lukman Cecep menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kajian kitab Mbah Hasyim dengan lancar. Ia menilai kegiatan ini menjadi sarana penting untuk memperkuat ikatan spiritual dengan para ulama.
“Alhamdulillah, kajian Mbah Hasyim yang kita laksanakan selama Ramadan hari ini memasuki penutupan setelah empat kali pertemuan. Semoga keberkahan menyertai kita semua dan kita termasuk santri Mbah Hasyim,” ujarnya.
Ia juga menjelaskan bahwa terdapat dua kategori santri Mbah Hasyim. Pertama, mereka yang memperjuangkan dan menjaga tradisi Nahdlatul Ulama. Kedua, mereka yang membaca serta membela karya-karya beliau.
Lukman Cecep turut menyampaikan terima kasih kepada KH Mukti Ali Qusaery yang telah meluangkan waktu sebagai narasumber, melanjutkan estafet keilmuan dari gurunya, Gus Ishom Hadziq, dalam mengkaji kitab karya Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari selama Ramadan.
Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada para kiai dan asatiz yang telah berkontribusi dalam pembacaan dan pengkajian kitab, serta kepada para pengurus DKM masjid dan musala yang menjadi tuan rumah sekaligus menyediakan hidangan buka puasa bersama.
Ia menegaskan bahwa tradisi kajian Ramadan bukan sekadar kegiatan rutin, melainkan momentum untuk menyambung sanad spiritual kepada para ulama pendiri NU, khususnya Mbah Hasyim.
“Tradisi ramadanan ini adalah momentum tahunan untuk menyambung sanad dan tali spiritual kita kepada ulama pendiri NU, khususnya kepada Mbah Hasyim,” tambahnya.
Dalam kajiannya, KH Mukti Ali Qusaery mengajak masyarakat untuk terus menyerap kekuatan ruhaniyah dari para ulama NU, khususnya dari warisan keilmuan Mbah Hasyim, agar membawa keberkahan bagi kehidupan berbangsa dan bernegara.
Acara penutupan ditandai dengan pembagian santunan kepada anak yatim dan duafa oleh pengurus DKM Masjid Al Ikhlas, yang kemudian dilanjutkan dengan buka puasa bersama.
Kegiatan ini juga dihadiri sejumlah pengurus NU dan tokoh masyarakat, di antaranya KH Mansyurudin Albantani, Ustaz Ahmad Subhan (Sekjen JATMAN Kota Bekasi), Ustaz Jaka Sembung (LDNU), Ustaz Samsul Bahri Ali, Hadi Pranata, Imam (UPZIS MWC NU Jatiasih), Ustaz Rudiyani, serta Ustaz Faisal Fahri selaku Koordinator LTM MWC NU Jatiasih.