Bekasi (PCNU Kota Bekasi) Suasana Ramadan diwarnai dengan kegiatan ilmiah dan spiritual dalam agenda Iftar Ramadan MWCNU Jatiasih yang digelar pada Sabtu, 28 Februari 2026, di Musholla Baiturrahman, Jatiluhur, Jatiasih. Kegiatan ini menjadi gebrakan perdana Lembaga Dakwah (LD) dan UPZIS MWCNU Jatiasih dengan menggelar Pengajian Ramadan yang menghadirkan kajian kitab klasik karya pendiri Nahdlatul Ulama.
Pengajian tersebut mengkaji kitab Risalah Ahlussunnah wal Jamaah, salah satu mahakarya KH. M. Hasyim Asy'ari. Selain karya tersebut, Hadratussyaikh juga dikenal melalui sejumlah kitab penting lainnya seperti Adabul ‘Alim wal Muta’allim, Risalah fi Ahkam al-Masajid, An-Nurul Mubin, Dhau’ al-Misbah, At-Tibyan, dan Al-Mawa’iz, yang hingga kini terus menjadi rujukan dalam tradisi keilmuan pesantren.
Hadir sebagai narasumber, KH. Mukli Ali Qusyairi, Lc., MA, yang merupakan murid dari Gus Ishomudin Hadzik, cucu Hadratussyaikh. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan pentingnya memahami dan mengamalkan ajaran Ahlussunnah wal Jamaah sebagai fondasi dalam menjaga akidah dan tradisi ke-NU-an di tengah dinamika zaman.
Selain ngaji kitab, kegiatan ini juga diisi dengan kajian tematik seputar zakat, infak, sedekah, wakaf, dan hibah. Materi tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran jamaah tentang pentingnya pengelolaan dana umat secara profesional dan amanah, sekaligus memperkuat peran sosial-keagamaan NU di tengah masyarakat.
Panitia menyampaikan harapan agar melalui pengajian kitab karya Hadratussyaikh, warga Nahdliyin dapat terus belajar, mengkaji, meneladani, serta menyebarkan ajaran beliau kepada masyarakat luas. “Semoga kita semua mendapat percikan berkah dan energi positif, mampu meneladani beliau dan meneruskan cita-cita perjuangan beliau, khususnya di Nahdlatul Ulama,” ungkap panitia.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Ketua DKM Musholla Baiturrahman, Ust. H. Markid, selaku sohibul makan, Ketua MWCNU Jatiasih, KH. Lukman Cecep, S.Kom, beserta warga sekitar yang antusias mengikuti rangkaian acara. Usai pengajian, kegiatan dilanjutkan dengan buka puasa bersama dan makan besar bersama, mempererat ukhuwah serta kebersamaan warga Jatiasih di bulan suci Ramadan.