MWCNU Rawalumbu Gelar Ziarah Muharrik NU Bekasi, Sambut 1 Abad Masehi Nahdlatul Ulama

MWCNU Rawalumbu Gelar Ziarah Muharrik NU Bekasi, Sambut 1 Abad Masehi Nahdlatul Ulama

Bekasi (PCNU Kota Bekasi)— Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Rawalumbu menggelar Ziarah Muharrik NU Kota Bekasi pada Minggu, 11 Januari 2026. Kegiatan yang mengusung tema “Merawat Jejak, Menguatkan Khidmah Menuju 1 Abad Masehi” ini menjadi ikhtiar kolektif warga Nahdliyin Rawalumbu untuk menelusuri, merawat, dan meneruskan jejak perjuangan para ulama perintis NU di Kota Bekasi.

Ziarah diikuti oleh warga Nahdliyin Rawalumbu dan sejumlah pengurus NU setempat. Hadir dalam kegiatan ini Wakil Rais Syuriah PCNU Kota Bekasi KH. Yunan Askaruzzaman Ahmad, Lc, Ketua Tanfidziyah MWCNU Rawalumbu Ustadz Hasanudin, Ketua Panitia, Kyai Marzuki, S.Ag, Rais PRNU Sepanjangjaya, serta Ketua Tanfidziyah PRNU Pengasinan Ahmad Rizki Saputra.

Rangkaian ziarah dipimpin langsung oleh KH. Yunan Askaruzzaman, yang juga dikenal sebagai pimpinan Majelis Zikir Suluk Pelintas Zaman. Dengan khidmat, para peserta menyusuri makam para ulama muharrik yang memiliki peran besar dalam dakwah, pendidikan, dan penguatan tradisi Ahlussunnah wal Jama’ah di Bekasi dan sekitarnya.

Adapun ulama yang menjadi tujuan ziarah di antaranya KH. Raden Ma’mun Nawawi di Cibogo, KH. Dawam Anwar (YAPINK) Tambun, KH. Muchtar Tabrani di Kampung Nangka, KH. Abdullah Sya’ir Pondok Ungu, KH. Muhammad Tambih Bintara, KH. Moh. Seman Jatikramat, serta KH. Abdul Hamid Jatibening.

Ketua Tanfidziyah MWCNU Rawalumbu, Ustadz Hasanudin, menjelaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar rutinitas spiritual, melainkan bagian dari ikhtiar menyambut satu abad Masehi Nahdlatul Ulama. “Ziarah ini kami lakukan untuk menyambung sanad perjuangan para ulama, sekaligus meneguhkan komitmen khidmah NU di tengah masyarakat menjelang satu abad Masehi Nahdlatul Ulama,” ujarnya.

Melalui ziarah ini, warga NU Rawalumbu diharapkan tidak hanya mengenang jasa para pendahulu, tetapi juga meneladani semangat perjuangan mereka dalam merawat tradisi, menjaga umat, dan menguatkan peran NU sebagai penjaga Islam moderat di Indonesia.

Artikel Terkait