Bekasi (PCNU Kota Bekasi) - Kiprah kader perempuan Nahdlatul Ulama di tingkat akar rumput terus menunjukkan peran strategisnya dalam merawat tradisi keagamaan. Salah satunya ditunjukkan oleh Grup Hadroh Fatayat NU Jatikarya yang hingga kini tetap aktif menghidupkan seni sholawat di tengah masyarakat. Hal tersebut disampaikan oleh Hj. Qomariyah, Ketua Fatayat NU Ranting Jatikarya, saat ditemui di sela-sela kegiatan tabligh akbar yang diselenggarakan oleh Karang Taruna RW 05 Jatikarya, Kelurahan Jatikarya, Minggu (18/1).
Menurut Hj. Qomariyah, Grup Hadroh Fatayat NU Jatikarya telah dibentuk sejak tiga tahun lalu dan hingga kini terus menunjukkan konsistensi dalam berbagai kegiatan keagamaan. “Alhamdulillah, grup sholawat ini sudah berjalan sekitar tiga tahun dan selalu aktif mengisi kegiatan keagamaan di masyarakat, mulai dari peringatan hari besar Islam, acara rutin bulanan, hingga berbagai agenda sosial-keagamaan lainnya,” ujarnya.
Ia menjelaskan, grup hadroh tersebut beranggotakan 16 orang yang merupakan bagian dari lebih 60 kader Fatayat NU se-Kelurahan Jatikarya. Keberadaan grup ini tidak hanya menjadi pelengkap acara keagamaan, tetapi juga menjadi simbol peran aktif perempuan NU dalam menjaga tradisi Islam yang ramah dan membumi. “Kami membentuk grup hadroh ini sebagai upaya melestarikan seni budaya Islam yang sudah mengakar lama di tengah masyarakat, khususnya di Kampung Jatikarya,” kata Hj. Qomariyah.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa seni hadroh dan sholawat bukan sekadar hiburan, melainkan media dakwah yang efektif. Lantunan sholawat kepada Nabi Muhammad SAW diyakini mampu menumbuhkan kecintaan umat kepada Rasulullah sekaligus memperkuat nilai-nilai keislaman yang moderat dan penuh kedamaian. “Melalui hadroh dan sholawat, pesan-pesan Islam bisa disampaikan dengan cara yang lembut dan mudah diterima oleh semua kalangan,” tambahnya.
Hj. Qomariyah juga berharap Grup Hadroh Fatayat NU Jatikarya dapat menjadi wadah positif bagi para pemudi di lingkungan Jatikarya. “Kami ingin memberikan ruang bagi para pemudi untuk menyalurkan hobi dan kreativitas seni mereka melalui kegiatan hadroh dan sholawat. Dengan begitu, mereka bisa berkarya sekaligus berkhidmah untuk agama dan masyarakat,” tuturnya.
Ke depan, Fatayat NU Ranting Jatikarya berkomitmen untuk terus mengembangkan kapasitas anggotanya, baik dari sisi seni, organisasi, maupun peran sosial. Kehadiran Grup Hadroh Fatayat NU Jatikarya diharapkan tidak hanya memperkaya khazanah seni Islam lokal, tetapi juga memperkuat ikatan sosial dan spiritual masyarakat melalui lantunan sholawat yang menyejukkan. (Din)