Khutbah I
ٱلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ ٱللَّٰهِ وَبَرَكَاتُهُ
اَلْحَمْدُ للهِ. اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ رَسُوْلِ اللهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ وَالَاهُ وَأَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لَا نَبِيَّ بَعْدَهُ أَمَّا بَعْدُ، فَإِنِّي أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ الْعَلِيِّ الْقَدِيْرِ الْقَائِلِ فِيْ مُحْكَمِ كِتَابِهِ: وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِنَ الْأَمْوَالِ وَالْأَنْفُسِ وَالثَّمَرَاتِ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ. الَّذِينَ إِذَا أَصَابَتْهُمْ مُصِيبَةٌ قَالُوا إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ. أُولَئِكَ عَلَيْهِمْ صَلَوَاتٌ مِنْ رَبِّهِمْ وَرَحْمَةٌ وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُهْتَدُونَ. البقرة: ١٥٥-١٥٧
Ma'asyiral Muslimin Rahimakumullah
Marilah kita senantiasa bersyukur kepada Allah swt, dengan ucapan “Alhamdulillah” atas segala nikmat yang Allah berikan kepada kita, semoga dengan mensyukuri nikmat pemberian itu, Allah menambahnya dengan yang berlipat ganda. Sholawat dan salam semoga selalu terlimpah atas baginda Nabi Muhammad SAW. Dari atas mimbar ini, khotib berpesan kepada diri sendiri dan kepada jamaah semuanya, mari kita tingkatkan ketakwaan kepada Allah ﷻ dengan sebenar-benarnya takwa. Takwa berarti menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya.
Ma'asyiral Muslimin Rahimakumullah
Dalam kesempatan yang baik ini, mari kita renungkan berbagai peristiwa yang menimpa negeri tercinta ini. Bergaam bencana dan musibah terjadi di pelosok negeri. Dan Musibah banjir dan longsor yang terjadi di pulau Sumatera (Aceh, Sumatera Barat dan Sumatera Utara) adalah ujian berat yang perlu kita sikapi dengan iman, hikmah, dan kepedulian. Allah mengingatkan bahwa tidak ada musibah kecuali atas izin-Nya, dan selalu ada pelajaran di baliknya.
Allah berfirman dalam alquran Asy-Syūrā ayat 30
وَمَا أَصَابَكُمْ مِنْ مُصِيْبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيْكُمْ وَيَعْفُو عَنْ كَثِيْرٍ
Artinya: “Musibah apa pun yang menimpa kalian adalah akibat perbuatan tangan kalian sendiri, dan Allah memaafkan banyak (kesalahan).”
Ma'asyiral Muslimin Rahimakumullah
Dari kejadian musibah ini, ada hikmah yang bisa kita petik, diantaranya:
1. Musibah adalah Ujian dan Peringatan dari Allah
Allah menguji hamba-hamba-Nya agar kembali kepada-Nya. Sebagaimana firman Allah swt dalam alquran Al-Baqarah ayat 155
وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِنَ الْأَمْوَالِ وَالْأَنْفُسِ وَالثَّمَرَاتِ ۗ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ
Artinya:“Sungguh Kami akan menguji kalian dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar.”
Musibah mengingatkan agar kita banyak beristighfar, memperbaiki diri, dan mendekat kepada Allah.
2. Pentingnya Menjaga Lingkungan
Kerusakan alam sering terjadi karena tangan manusia sendiri: hutan gundul, sampah sembarangan, alih fungsi lahan, dan pembangunan tanpa kontrol.
Firman Allah Swt QS. Ar-Rūm ayat 41
ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ ۙ لِيُذِيقَهُمْ بَعْضَ الَّذِيْ عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ
“Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, agar Allah merasakan kepada mereka sebagian dari akibat perbuatan mereka, supaya mereka kembali (ke jalan yang benar).”
Ayat ini mengajak kita memperbaiki tata kelola lingkungan—bagian dari ajaran Islam dan nilai-nilai SDGs.
3. Menguatkan Solidaritas dan Kepedulian Sosial
Banjir memperlihatkan pentingnya saling membantu ketika saudara kita tertimpa musibah.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“الْمُؤْمِنُ لِلْمُؤْمِنِ كَالْبُنْيَانِ يَشُدُّ بَعْضُهُ بَعْضًا”
Artinya: “Seorang mukmin bagi mukmin lainnya seperti bangunan, saling menguatkan satu sama lain.” (HR. Bukhari)
Allah juga memuji orang yang saling membantu. QS. Al-Mā’idah ayat 2 (bagian ayat)
وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَى
Artinya:“Tolong-menolonglah kalian dalam kebaikan dan ketakwaan.”
Musibah menguji seberapa besar empati, gotong-royong, dan kepedulian kita.
4. Musibah Mendidik Kita Agar Sabar dan Tawakal
Kesabaran adalah kekuatan utama seorang mukmin dalam menghadapi ujian. Allah berfirman dalam QS. Al-Baqarah ayat 153
يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوا اسْتَعِيْنُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ ۚ إِنَّ اللّٰهَ مَعَ الصَّابِرِينَ
Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, mintalah pertolongan kepada Allah dengan sabar dan salat. Sungguh, Allah bersama orang-orang yang sabar.”
Sabar tidak berarti pasrah, tetapi memadukan ikhtiar dan tawakal.
5. Perlunya Perencanaan, Mitigasi, dan Kesiapsiagaan Bencana. Islam mengajarkan perencanaan sebelum bertawakal.
Rasulullah ﷺ bersabda kepada seorang sahabat yang ingin meninggalkan untanya tanpa diikat:
“اعْقِلْهَا وَتَوَكَّلْ”
“Ikatlah dulu untamu, kemudian bertawakallah.” (HR. Tirmidzi)
Dari musibah yang terjadi ini, mengajarkan kepada kita tentang pentingnya manajemen risiko, bukan hanya reaksi saat bencana datang.
Ma'asyiral Muslimin Rahimakumullah
Sebagai penutup khutbah ini, mari kita renungkan tentang musibah banjir di Aceh dan Sumatera yang kini sedang terjadi. darinya kita bisa sadari bahwa apapun Musibah sejatinya adalah sudah kehendakNya, namun demikian kita sebagai khalifah dimuka bumi ini perlu menjaga dan merawat lingkungan untuk keselamatan hidup makhluk hidup. dan kini musibah telah terjadi, maka yang perlu kita lakukan Adalah membangun solidaritas sosial dengan mengoptimalkan peran serta lembaga-lembaga /ormas islam yang ada untuk menjadi kekuatan umat agar bisa saling peduli dan membantu yang terkena musibah. Semoga kita semua selalu diberikan kesabaran dan keikhlasan atas segala Taqdir Nya. Dan tentu kita berdoa semoga musibah ini bisa segera berakhir dan para korban bisa segera terbantu/ditolong.
بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْاٰنِ الْعَظِيْمِ وَنَفَعَنِي وَاِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْاٰيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ اِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ. وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ فَيَا فَوْزَ الْمُسْتَغْفِرِيْنَ وَيَا نَجَاةَ التَّائِبِيْنَ
khutbah II
اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِيْ أَنْعَمَنَا بِنِعْمَةِ الْاِيْمَانِ وَالْاِسْلَامِ .وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ خَيْرِ الْأَنَامِ. وَعَلٰى اٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ الْكِرَامِ. أَشْهَدُ اَنْ لَا اِلٰهَ اِلَّا اللهُ الْمَلِكُ الْقُدُّوْسُ السَّلَامُ وَأَشْهَدُ اَنَّ سَيِّدَنَا وَحَبِيْبَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صَاحِبُ الشَّرَفِ وَالْإِحْتِرَامِ. أَمَّا بَعْدُ. فَيَاأَيُّهَا النَّاسُ أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ فَقَالَ اللهُ تَعَالَى اِنَّ اللهَ وَ مَلَائِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ يٰأَيُّهَا الَّذِيْنَ أٰمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَ سَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلٰى أٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلٰى سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى اٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلٰى سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَعَلٰى اٰلِ سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ فْي الْعَالَمِيْنَ اِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ .اَللّٰهُمَّ وَارْضَ عَنِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ. وَعَنْ اَصْحَابِ نَبِيِّكَ اَجْمَعِيْنَ. وَالتَّابِعِبْنَ وَتَابِعِ التَّابِعِيْنَ وَ تَابِعِهِمْ اِلٰى يَوْمِ الدِّيْنِ.
اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ. اَللّٰهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالطَّاعُوْنَ وَالْاَمْرَاضَ وَالْفِتَنَ مَا لَا يَدْفَعُهُ غَيْرُكَ عَنْ بَلَدِنَا هٰذَا اِنْدُوْنِيْسِيَّا خَاصَّةً وَعَنْ سَائِرِ بِلَادِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ رَبَّنَا اٰتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَ فِي الْاٰخِرَةِ حَسَنَةً وَ قِنَا عَذَابَ النَّارِ .عِبَادَ اللهِ اِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْاِحْسَانِ وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ. يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ. وَ اشْكُرُوْهُ عَلٰى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ اَكْبَرُ
(Pengurus Tanfidziyah PCNU Kota Bekasi)